Meningkatkan Kemampuan Menulis
0

Kita sebagai pengajar apa lagi di sekolah minimal harus mampu menulis bahan ajar atau mendeskripsikan siswa dalam raport narasi. Saat ini kemampuan menulis guru bahkan dapat dijadikan sebagai karir protean yang dapat mendatangkan keuntungan salah satunya adalah uang.
Keterampilan menulis kita tidak tergantung pada bakat. Malah Justru jika Pintar berpikiran tidak dapat menulis karena bakat, berarti kita telah terjebak pada miskonsepsi tentang menulis. Ada banyak cara bagi kita untuk mengasah keterampilan menulis. Sebelum membahas cara meningkatkan kemampuan menulis, mari kita bahas pertanyaan di paragraf sebelumnya terlebih dahulu.
Menulis memiliki banyak sekali manfaat ya, Apa saja itu?
Mendokumentasikan pengalaman, kegiatan, dan lain sebagainya.
Setiap pengalaman, cerita saat mengajar akan sayang sekali jika berlalu begitu saja. Siapa tahu di kemudian hari kita memerlukan segala informasi yang ada. Dengan dokumentasi berupa tulisan, kita selalu dapat membuka kembali dan melakukan perbaikan-perbaikan pada hal yang telah dilakukan jika diperlukan.
Bahan refleksi
Tidak ada manusia yang sempurna. Begitu juga seorang kita sebagai pengajar. TUlisan yang kita dapat dijadikan alat untuk melakukan refleksi. Hasil dari refleksi dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjadi pengajar yang lebih baik lagi.
Personal Branding

Daripada tulisan tersimpan rapi di dalam lemari, kita sebagai pengajar dapat memanfaatkannya sebagai alat untuk melakukan personal branding. Dengan demikian orang akan memiliki pandangan khusus terhadap kita sebagai pengajar dan dapat membuka kesempatan-kesempatan baru.
Aktualisasi Diri
Sebagai pengajar di sekolah kita juga membutuhkan ruang untuk aktualisasi diri. Tidak perlu bingung mencari panggung. Dengan menulis pun kita akan dapat mengetahui potensi apa yang sebenarnya terpendam dalam diri kita sendiri. Misalnya menulis novel, artikel, motivasi, dan lain sebagainya.
Stress Release
Daripada menyalurkan emosi dengan cara yang kurang elok, tuliskanlah. Dalam bentuk apa? Apapun! Bisa menulis dalam bentuk diary, atau tulisan-tulisan yang dapat juga dibaca oleh orang lain. Meskipun boleh menumpahkan emosi dalam bentuk tulisan, bukan berarti kita dapat menulis secara sembarangan. Tetap pertimbangkan diksi yang baik, kesopanan, dan nilai-nilai moral dalam tulisan.
Tidak ada batasan bentuk tulisan apa yang dapat kita hasilkan. Kita semua dapat menulis puisi, cerita pendek, novel, artikel, karya ilmiah, dan juga praktik baik. Seperti pada poin 5 dari paragraf di atas.
Tulisan yang kita hasilkan haruslah tetap mencerminkan kepribadian seorang Pengajar yang baik. Apalagi jika ditulis dalam platform digital. Ingat kita sebagai pengajar adalah role model. Adab sopan santun, pilihan kata, dan juga tata nilai dalam masyarakat tetap harus dijadikan sebagai pijakan dalam memproduksi karya-karya tulisan.
Di manakah sebagai pengajar dapat mencurahkan skill menulis?
Saat ini kita tidak perlu risau banyak cara menjadi seorang penulis. Kita semua dapat menulis cerita di blog atau menulis di media sosial. Bahkan jika kita serius dan terus mengembangkan keterampilan menulisnya, kita dapat menjadi seorang penulis konten di website dan dibayar. Atau menerbitkan buku dan dijual secara komersial. Pilihan ada di tangan kita sendiri sebagai penulis.
Komentar