Studi Tiru Program Sekolah Penggerak Angkatan-3 Jenjang SMP Kabupaten Mojokerto dengan SMP N 01 Kota Batu
0
.jpeg)
Studi tiru merupakan hal yang umum dilakukan antar komunitas, organisasi, ataupun instansi. Yang mana memiliki tujuan untuk meniru pengalaman dan/atau keterampilan keberhasilan prestasi yang diraih instansi yang dikunjungi.
Studi tiru dilaksanakan ke SMP Negeri 01 Kota Batu, Ini berdasarkan Penghargaan itu memiliki tujuan untuk memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia. Mampu masuk nominasi Program Sekolah Penggerak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. .
Sekolah yang dipilih harus bisa menjadi panutan, tempat pelatihan serta inspirasi bagi guru dan kepala sekolah lainnya. Untuk mendorong program yang partisipatif, unik dan penuh inovasi.
Pada kesempatan ini, Senin, 30 Oktober 2023, Sekolah Penggerak Angkatan-3 Jenjang SMP Kabupaten Mojokerto melakukan studi tiru dengan SMPN 01 Kota Batu terkait dengan melahirkan murid-murid berprestasi Mampu masuk nominasi Program Sekolah Penggerak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Subscribe Youtube
Acara diawali dengan sambutan kepala sekolah SMPN 01 Kota Batu kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Kepala Sekolah Tatik Ismiati.
Para guru Sekolah Penggerak Angkatan-3 Jenjang SMP Kabupaten Mojokerto sangat antusias bertanya dan menggali informasi bagaimana masuk nominasi Program Sekolah Penggerak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tersebut. Yang mana berdasarkan Penghargaan itu memiliki tujuan untuk memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia.
Studi tiru berupa presentasi oleh TIM inovator SMPN 01 Kota Batu dan diskusi tanya jawab semua peserta studi tiru. Kegiatan berlangsunh di ruang aula SMPN 01 Kota Batu mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Sekolah Penggerak Angkatan-3 Jenjang SMP Kabupaten Mojokerto yang turut hadir dalam studi tiru berkisar 60 orang. Mereka termasuk tim literasi, guru, pengawas, dan juga Kepala Sekolah. Dari pihak SMPN 01 Kota Batu juga ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, humas, dan tim pengembang kurikulum.
“Poin utama bagaimana memajukan ekosistem pendidikan adalah melatih siswa untuk peka, empati, dan peduli dengan lingkungannya terutama terkait pelayanan publik di kotanya. Dalam hal ini saya mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dengan pendekatan STEM/STEAM melalui konsep Inobel yaitu inovasi pembelajaran,”
Inobel mengusung konsep untuk mengajak siswa memiliki keterampilan dasar 4C, jiwa ataupun karakter. Tujuan akhirnya adalah agar siswa menumbuhkan sikap peduli dan peka dengan lingkungan sekitar.
Hasil dari penerapan Inobel dalam pembelajaran salah satunya adalah dapat meningkatkan kemampuan siswa 4C ( critical thinking, collaborative, communicatif, creative). Konsep yang diterapkan dalam Inobel terkesan sederhana, namun mampu memberikan dampak yang luar biasa.
Kompetisi ini adalah suatu ajang inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Konsep dalam Inobel inilah yang ingin dipelajari oleh Sekolah Penggerak Angkatan-3 Jenjang SMP Kabupaten Mojokerto dari Kota batu, terutamanya dari SMPN 01 Kota Batu.
Pada kesempatan lain, terutama ketika belum terjadi pandemi, SMPN 01 Kota Batu kerap kali menjadi tujuan studi tiru sekolah lain. Banyak permintaan untuk studi tiru atas prestasi SMPN 01 Kota Batu bahkan hingga 3 sampai 4 kali dalam setiap bulannya.
Komentar