Jelajah Situs dan Exspresi budaya dengan Tema " Merawat Peradaban Majapahit "
0

Pagi-pagi sudah sampai di sekolah dan agenda keluar denga 7 siswa dalam mengikuti acara Jelajah Situs dan Exspresi budaya Majapahit dalam Rangka Gaung Sakala Bhumi Majapahit 2023 dengan Tema " Merawat Peradaban Majaphit " yang di laksanakan di kawasan cagar budaya nasional ( KCBN ) Trowulan.
Berangkat dari sekolah di antar kendaraan sekolah menuju titik kumpul di Musium Trowulan , masih menyimpan banyak histori Jelajah Situs Bhumi Majapahit yang terkadang anak-anak sekolah masih belum mengerti bahkan mengunjungi tempat yang pernah menjadi saksi sejarah.
Tidak jauh dari sekolah kami SMP Terpadu darul Dakwah sekitar 10 menit sampai di titik kumpul Musium Trowulan yang saat ini menjadi pusat Konservasi Koleksi di Unit Pengelolaan Informasi Majapahit, Trowulan, Mojokerto. Terdapat sebuah kawasan yang masih terjaga bentuk bangunan dan kisah sejarahnya yang mesti perlu diberikan ke para generasi penerus bangsa ini.
Deretan bangunan tua yang diduga berasal dari tiga zaman, yakni rumah bergaya abad 18, 19 dan tentu saja abad 20, yang lebih modern dalam peradaban, masih kokoh berdiri.
Saat Siswa SMP Terpadu darul Dakwah dan seluruh peserta yang tergabung dalam rangkaian kegiatan Jelajah Situs dan Exspresi budaya Majapahit dalam Rangka Gaung Sakala Bhumi Majapahit yang digelar oleh kawasan cagar budaya nasional ( KCBN ) Trowulan, serta komunitas sejarah tersebut menelusuri komplek pemakaman Putri Campa yang dikenal banyak orang dengan sebutan putri dari Kerajaan Campa. makam tersebut boleh dibilang menjadi sebuah kompleks prasasti sejarah.
Subscribe Youtube

Perjalanan setelah menuju makam putri campa dilanjukan denga berjalan kaki ke Candi Minak Jingga dan Saat itu yang tergambar berupa sisa dari bangunan candi, berupa struktur dasar candi, yang terdiri dari batu berelief dan dua relief yang berukuran besar salah satunya menggambarkan seorang wanita berbadan seperti ikan dan yang satunya menggambarkan raksasa bersayap (tokoh garuda), dalam catatan Belanda candi ini dahulu oleh masyarakat disebut “Sanggar Pamalangan”, sedangkan arca raksasa bersayap dikenal masyarakat dengan nama Minak Jinggo (Menak Jingga). Sebagai upaya pelindungan arca raksasa bersayap, arca kinara/kinari dan beberapa relief yang menggambarkan aktivitas sehari-hari, relief pola permukiman serta relief lansekap pedesaan disimpan di Pengelolaan Informasi Majapahit.
dilanjukkan juga ke sumur kuno nglinguk tersebut bisa dikatakan adanya wilayah permukiman kuno, bahkan hal itu diperkuat dengan adanya penelitian dari tim Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur (Trowulan), dan terakhir di kolam segaran sambil bersantai di tepi kolam, keliling kolam segaran yang begitu luasnya.
Bukan Hanya itu pula kegiatannya ada juga ekspresi budayanya juga seperti tari remo, wayang beber, jaran pegon, gamelan kontemporer sunan drajad, besutan pelajar dan juga wayang krucil yang di suguhkan oleh kawasan cagar budaya nasional ( KCBN ) Trowulan.
Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan bisa belajar sejarah dari Nusantara terutama di Trowulan yang dulu pernah menjadi ibu kota Majapahit di era tersebut.
Semoga cerita dan bukti sejarah yang ada di kawasan Trowulan akan tetap terjaga hingga kelak, agar penerus Bangsa ini dapat mengerti tentang bukti kebesaran dari kejayaan Majapahit.
Komentar