Apa beda Sekolah Penggerak dan Sekolah Biasa?
0
.jpg)
Target utama sekolah penggerak adalah memprioritaskan pengembangan hasil belajar siswa. Sekolah penggerak berkomitmen untuk memenuhi profil pelajar pancasila. Profil Pelajar Pancasila didefinisikan sebagai profil lulusan yang dirancang untuk menunjukkan karakter dan kemampuan yang diharapkan. Tujuan lainnya adalah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila bagi pelajar yang mengikuti sekolah penggerak, apa bedanya sekolah penggerak dengan sekolah biasa?
Sekolah penggerak menerapkan suatu kurikulum yang meliputi berbagai aspek esensial dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Setiap aspek tersebut berhubungan dengan kemampuan serta kepribadian para siswa-siswi. Sedangkan kurikulum sekolah biasa tidak mengacu hal-hal di atas.
Perbedaan Sekolah Penggerak dan Sekolah Biasa
Kurikulum sekolah penggerak memang belum sepenuhnya diterapkan di semua sekolah atau satuan pendidikan. Namun proses penerapannya bisa menyempurnakan berbagai kurikulum pendidikan yang sebelumnya. Beberapa perbedaan antara kurikulum sekolah penggerak dan K13 antara lain:
- Penilaian pembelajaran. Pada kurikulum 2013 atau K13, proses penilaian pembelajaran didasarkan pada hasil belajar dan proses para peserta didik. Sistem penilaian ini juga dikenal dengan sebutan penilaian otentik. Namun pada kurikulum sekolah penggerak, sistem penilaian yang digunakan adalah sistem penilaian holistik. Sistem penilaian ini ditentukan sebelum dimulainya proses pembelajaran. Fokus utama sistem penilaian sekolah penggerak adalah hasil belajar para siswa-siswi.
- Hasil belajar. Hasil belajar para siswa-siswi di kurikulum 2013 dibagi berdasarkan level atau tingkatan kelas. Namun hasil belajar para siswa-siswi di kurikulum sekolah penggerak tidak menggunakan sistem yang sama. Pada sekolah penggerak, hasil belajar para siswa-siswi didasarkan pada perkembangan, kebutuhan, dan kemampuan setiap siswa-siswi. Sehingga para siswa-siswi bisa mempelajari beberapa sumber belajar tanpa harus melihat kegunaannya di tingkatan tertentu.
Intervensi dalam Program Sekolah Penggerak di Indonesia

Ada hal lain yang membedakan sekolah penggerak dengan berbagai sekolah biasa di Indonesia. Di bawah ini adalah 5 intervensi yang membuat sekolah penggerak berbeda dari sekolah pada umumnya.
- Adanya pendampingan asimetris dan konsultatif.Program kemitraan yang tercipta antara pemerintah dan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memungkinkan Kemendikbud menyediakan program pendampingan terhadap penerapan program sekolah penggerak.
- SDM di sekolah semakin diperkuat.SDM di satuan pendidikan, yang mencakup para tenaga pengajar, penilik, pengawas sekolah, serta kepala sekolah akan semakin diperkuat. Proses penguatan ini dilakukan melalui program pendampingan intensif atau coaching dan pelatihan one to one. Kemendikbud menyediakan pelatih ahli untuk program tersebut.
- Sistem belajar dengan paradigma baru.Proses pembelajaran pada sekolah penggerak berorientasi pada pengembangan karakter dan penguatan kompetensi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini bisa dicapai dengan dilaksanakannya kegiatan belajar di luar dan di dalam kelas.
- Perencanaan berdasarkan data.Dalam sekolah penggerak terdapat manajemen berbasis sekolah serta perencanaan yang didasarkan pada refleksi diri sekolah atau satuan pendidikan. Perencanaan yang matang menjadi acuan yang terukur dalam proses belajar mengajar. Sehingga bila ditemukan ketidak sesuaian antara input dan output kondisi tersebut dapat segera teratasi.
- Digitalisasi sekolah.Sekolah penggerak menggunakan berbagai macam platform digital. Tujuan digunakannya berbagai platform digital adalah untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kompleksitas, menambah inspirasi, serta melakukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Kelima intervensi tersebut bisa ditemukan pada program sekolah penggerak yang sudah diterapkan di berbagai sekolah. Sekolah biasa yang belum menjadi sekolah penggerak tidak menunjukkan kelima intervensi tersebut.
Manfaat Menjadi Sekolah Penggerak
Sekolah yang mendaftarkan diri menjadi sekolah penggerak akan menerima banyak sekali manfaat. Beberapa manfaat berikut ini sudah dirasakan oleh berbagai sekolah yang melakukan program sekolah penggerak.
- Kualitas hasil belajar para siswa-siswi meningkat dalam kurun waktu 3 tahun pelajaran.
- Kompetensi para tenaga pengajar dan kepala sekolah semakin membaik.
- Proses digitalisasi di sekolah berlangsung dengan lebih cepat.
- Para tenaga pengajar di sekolah memperoleh pendampingan yang lebih intensif.
Setelah memahami perbedaan sekolah penggerak dan sekolah biasa, pastikan Buah hati bapak/ibu memilih sekolah yang tepat untuk Putra/Putri Nya. Bagi Bapak/Ibu yang ingin lebih mengetahui lebih lanjut tentang sekolah penggerak.
Komentar