Mengapa Guru Harus Paham Kepribadian dan Karakter Anak Didik?
0

Salah satu upaya untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah dengan mengetahui kepribadian dan karakter anak. Untuk membangun dua hal tersebut tentu tidak dapat tumbuh dengan sendirinya. Anak memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan sehingga memungkinkan potensi anak dapat tumbuh optimal. Dengan demikian anak bisa tumbuh lebih sehat, cerdas dan berperilaku baik. Lingkungan yang dimaksud bisa melalui jalur pendidikan formal, seperti di sekolah dan jalur pendidikan informal, seperti di rumah.
Lingkungan yang ada di sekolah tentunya tidak lepas dari peranan para guru. Seorang guru yang baik hendaknya dapat mengenal kepribadian siswa yang nantinya dapat membantu untuk melihat karakter siswa tersebut. Guru harus mampu memotivasi siswanya agar siswa dapat menjadi diri mereka yang terbaik, dapat memperbaiki kekurangan mereka dan meningkatkan terus kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Setiap siswa memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Setiap jenis karakterpun pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita tidak dapat menilai siswa “A” lebih baik dari siswa “B”. Lebih bijaksanalah dalam menilai siswa, karena dari dua individu itu pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Subscribe Youtube
Banyak manfaat yang dapat dipetik bila seorang guru mampu mengenal kepribadian dan karakter siswanya dengan baik. Beberapa manfaat tersebut adalah :
Mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan dapat meningkatkannya
Mendeteksi kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya
Mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan dimasa yang akan datang
Menyadarkan mereka bahwa mereka masih memiliki banyak kekurangan sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain
Dapat mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok untuk mereka dimasa akan datang sesuai dengan kepribadian dan karakter mereka sehingga kita dapat mengarahkannya menjadi lebih baik
Mengenal diri sendiri dapat membantu anak didik untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi
Mengenal kepribadian (personality) diri dapat membantu mereka menerima dengan ikhlas segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri, sekaligus bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain.
Dengan memahami dan mengetahi kepribadian siswanya maka proses belajar mengajar dapat lebih dioptimalkan.
Definisi Kepribadian dan Karakter
Menurut wikipedia, yang dimaksud dengan kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Disamping itu kepribadian sering juga diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, misalnya kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.
Sedangkan yang dimaksud dengan karakter adalah sifat manusia pada umumnya. Dimana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri. Contoh-contoh karakter seperti: pemarah, sabar, ceria, pemaaf, tidak percaya diri, bijaksana, dan masih banyak lainnya. Setiap individu pasti mempunyai ciri khas karakter sendiri-sendiri yang berbeda dengan individu lainnya.
4 Kepribadian Dasar Manusia
Menurut Florence Litteur, dalam bukunya Personality Plus menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Sifat-sifat tersebut sebaiknya diketahui dan dipahami oleh guru, yaitu tipe sanguinis, plegmatis, melankolis, dan koleris.
1. Sanguinis
Kekuatan :
Suka bicara.
Antusias dan ekspresif.
Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
Update dengan hal-hal terbaru (selalu mengikuti perkembangan jaman)
Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
Umumnya hebat di permukaan.
Mudah berteman dan menyukai orang lain.
Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
Menyukai hal-hal yang spontan.
Kelemahan :
Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
Susah untuk diam.
Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan gank).
Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
Sulit konsentrasi untuk jangka waktu lama
Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
Mudah berubah-ubah.
Susah datang tepat waktu
Prioritas kegiatan kacau.
Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.
2. Koleris

Kekuatan :
Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
Bebas dan mandiri.
Berani menghadapi tantangan dan masalah.
“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
Membuat dan menentukan tujuan.
Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
Tidak begitu perlu teman.
Mau memimpin dan mengorganisasi.
Biasanya benar dan punya visi ke depan.
Unggul dalam keadaan darurat.
Kelemahan :
Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
Senang memerintah.
Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
Terlalu kaku dan kuat/keras.
Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
3. Melankolis
Kekuatan :
Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
Artistik, musikal dan kreatif
Sensitif
Mau mengorbankan diri dan idealis.
Standar tinggi dan perfeksionis.
Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
Hemat.
Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
Kalau sudah dimulai, harus dituntaskan.
Berteman dengan hati-hati.
Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
Sangat memperhatikan orang lain.
Kelemahan :
Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
Mengingat yang negatif dan pendendam.
Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
Hidup berdasarkan definisi.
Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
Rasa curiga yang besar (skeptis terhadap pujian).
Memerlukan persetujuan.
4. Plegmatis
Kekuatan :
Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
Penengah masalah yang baik.
Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
Baik di bawah tekanan.
Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
Rasa humor yang tajam.
Senang melihat dan mengawasi.
Berbelaskasihan dan peduli.
Mudah diajak rukun dan damai
Kelemahan :
Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
Takut dan khawatir.
Menghindari konflik dan tanggung jawab.
Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
Terlalu pemalu dan pendiam.
Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
Kurang berorientasi pada tujuan.
Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
Tidak senang didesak-desak.
Menunda-nunda / menggantungkan masalah.
Berdasarkan penelitian, ternyata keempat kepribadian tersebut pada dasarnya juga dimiliki oleh setiap orang. Yang membedakan hanya kadarnya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi kepribadian. Seperti koleris melankoli, sanguinis phlegmatis bahkan ada juga yang mempunyai keempat kepribadian sekaligus. Tetapi tetap ada satu kepribadian yang paling menonjol diantara type kepribadian lainnya.(Bunda Ranis)
Sumber :
Risang Melati. Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang Disukai Anak-anak. Yogyakarta : Araska. 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Karakter
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepribadian
Postingan Lebih Baru
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Postingan Lama
Komentar