Menapaki Jejak Ulama dan Sejarah
0
Perjalanan dimulai pada pagi hari dengan penuh semangat. Tujuan pertama adalah makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di tempat ini, para siswa diajak mengenal sosok Gus Dur sebagai tokoh ulama, cendekiawan, dan presiden ke-4 Republik Indonesia yang dikenal dengan nilai-nilai toleransi dan kemanusiaannya. Siswa bersama guru pendamping melaksanakan doa bersama, dilanjutkan dengan tausiyah singkat mengenai keteladanan Gus Dur dalam memperjuangkan keadilan dan keberagaman.
Perjalanan dilanjutkan menuju makam Mbah Betek di Mojoagung. Di lokasi ini, suasana religius terasa kental dengan banyaknya peziarah yang datang dari berbagai daerah. Para siswa mendengarkan penjelasan dari guru pendamping tentang sejarah perjuangan Mbah Betek dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Jombang. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bagi siswa untuk meneladani semangat dakwah dan keikhlasan para ulama terdahulu.
Tujuan terakhir adalah makam Troloyo di kawasan Trowulan, Mojokerto. Tempat ini dikenal sebagai situs bersejarah peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang menunjukkan adanya harmoni antara budaya dan agama. Siswa diajak memahami bagaimana Islam berkembang di tengah peradaban besar Majapahit. Selain berziarah, mereka juga belajar tentang nilai-nilai sejarah dan kebudayaan yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.
Sepanjang perjalanan, suasana kebersamaan antara siswa, OSIS, dan guru pendamping terasa hangat. Selain berziarah, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran di luar kelas yang memperkaya wawasan spiritual dan sosial siswa. Tepat sekitar pukul 17.00, rombongan tiba kembali di sekolah dengan selamat. Setelah beristirahat sejenak, para siswa kembali ke pondok pesantren dengan hati yang tenang dan penuh makna.
Kegiatan wisata religi ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas 7 SMP Terpadu Darul Dakwah. Melalui ziarah dan pembelajaran sejarah, siswa diharapkan dapat meneladani perjuangan para ulama serta menumbuhkan rasa cinta terhadap agama dan bangsa. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka menuntut ilmu di lingkungan sekolah dan pesantren.
