Perempuan genarasi peradaban sumber perubahan
0


Banyak sekali perempuan yang saya kenal dan ketahui mempunyai satu pola
pikir yang menarik perhatian saya. Ketika mereka ditanyai mengapa mereka turut
serta memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan bekerja diluar rumah dan bahkan
sampai seharian meninggalkan rumah dan anaknya. Jawaban dari pertanyaan itu
bermuara hanya pada satu jawaban, yakni kalau tidak bekerja kebutuhan rumah
tangga tidak akan tercukupi.
Atas keadaan ini banyak hal yang sering diabaikan bahkan para perempuan
lalai akan tugasnya dirumah. Seperti memberi pendidikan tehadap anak, mengurus
rumah, memerhatikan kebutuhan suami dan masih banyak lagi.
Jika saja para perempuan mau mengkaji ulang bahwa sebenarnya apa yang
membuat mereka harus bekerja diluar rumah yang katanya demi ikut serta memenuhi
kebutuhan keluarga,
lalu kebutuhan keluarga seperti apa yang mereka maksud?
Apa kebutuhan keluarga hanya sebatas pemenuhan dari segi materi saja?
Lalu pendidikan anak menjadi tugas siapa?
Apa hanya sisa waktu bekerja yang diberikan untuk anak?
Apa cukup?
Mendidik anak apa bukan termasuk pemenuhan kebutuhan dalam keluarga?

Saya rasa itulah kebutuhan keluarga yang menjadi tugas utama seorang
perempuan. Mendidik generasi.
Banyak saya dengar komentar emak-emak tentang rusaknya zaman, rusaknya
generasi. Tapi mereka tidakkah mau merenungi jika itu dasar utamanya adalah
karna mereka (perempuan)? Sudahkah mereka bersungguh-sungguh dalam mendidik
anaknya? Sudahkan mereka senantiasa belajar dalam menjalankan kewajiban sebagai
istri dan ibu?
Pemenuhan kebutuhan keluarga yang mereka gaungkan banyak didasari atas hawa
nafsu. Bagaimana agar anak sekolah di sekolah favorit, punya alat sekolah yang
mewah, hiasan rumah yang mentereng, punya pakaian yang elok dipandang, dan
kebutuhan nafsu lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Tapi memang di masyarakat kita sudah tertanam pemikiran bahwa perempuan
tidak bekerja diluar adalah perempuan
yang tidak tau apa-apa.
Perempuan yang dirumah saja hanyalah perempuan
pemalas yang tidak bisa menggali potensi diri.
Dan pemikiran-pemikiran seperti ini harus diperangi. Dengan doa?
Dengan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang menjadi pribadi hebat.
Menjadi pribadi yang jika dilihat orang lain, orang itu akan bertanya siapakah
ibunya.
Sekali lagi, jika saja para perempuan mau merenung dan memilih bertahan
dirumah menjalankan kewajibannya yang sebenarnya sesuai fitrahnya, insyaaAllah
akan banyak perubahan pada generasi ini. Biarkan para lelaki menjalankan
tugasnya, perempuan ikut serta berdoa agar Allah ridho, insyaaAllah terpenuhilah
kebutuhan keluarga sesuai dengan makna yang sebenarnya.
Perempuan mendidik genarasi. Perempuan kunci peradaban. Perempuan sumber
perubahan.
Komentar